Tema Interior dan Eksterior Rumah

Temukan beragam artikel tentang tema interior dan eksterior rumah untuk menciptakan kesan nyaman dan tenang.

Cerdas Memilih Pondasi Bangunan yang Tepat

Ketika akan membangun rumah ataupun membeli, ada banyak hal penting yang harus diperhatikan. Selain terletak pada material dinding dan atap yang digunakan, juga pondasi bangunan itu sendiri. Sejatinya, pondasi bangunan berkualitas maka tentu menjadikan bangunan kuat, tahan lama, dan kokoh. Terlebih lagi untuk lokasi bangunan yang berada di daerah rawan bencana alam seperti gempa dan banjir, pondasi bangunan menjadi satu hal bernilai yang tidak boleh diabaikan. Bayangkan bila bangunan rumah ambruk hanya karena kelalaian memilih pondasi yang tepat sehingga tak dapat menahan beban di atasnya, jelas hal ini sangat mengecewakan. Untuk menyiasati masalah tersebut, mari kenali lebih dekat jenis-jenis pondasi yang cocok untuk bangunan yang diharapkan pada uraian berikut:

Pondasi batu kali

Pondasi batu kali

Pondasi dengan jenis batu kali sering kali kita jumpai pada bangunan-bangunan seperti rumah depok, ruko, jembatan, dan lain sebagainya. Lebih tepatnya pondasi batu kali cocok digunakan untuk konstruksi sederhana dengan kedalaman mencapai 60 hingga 80 cm. Adapun kelengkapan material untuk membuat pondasi batu kali yakni selain batu belah juga semen dan pasir. Batu kali biasanya dipasang terlebih dahulu ke dalam pondasi dan disusun secara tepat, kemudian baru disusul dengan semen dan pasir yang telah diaduk rata. Namun yang menjadi kekurangan daripada pondasi ini adalah memiliki resiko besar terhadap retaknya bangunan dan penurunan pondasi itu sendiri apabila tanah tempat dibangunnya pondasi tersebut lunak dan ukuran kedalaman relatif rendah. Untuk itu, teknik pembuatannya perlu diperhatikan.

Pondasi tapak

Pondasi tapak

Berbeda halnya dengan pondasi batu kali, pondasi tapak dibuat dengan kedalaman 1 hingga 2 meter. Sementara lebarnya pada bagian bawah sekitar 1 meter dengan menggunakan material semen dan pada bagian atas pondasinya berukuran relatif minim. Pondasi tapak juga masih sering digunakan untuk bangunan sederhana sama seperti halnya dengan pondasi batu kali. Bahkan, bila tempat pembuatan pondasi kondisi tanahnya keras dan kering, harus dengan bantuan pondasi pile yang umumnya digunakan untuk konstruksi 2 dan bahkan 3 lantai, dengan begitu bangunan baru layak didirikan.

Pondasi pile

Pondasi pile

Untuk bangunan yang berukuran besar seperti gedung, kantor, apartemen, hotel, mall, dan lain sebagainya yang terdiri dari dua dan tiga lantai umumnya banyak menggunakan pondasi pile. Betapa tidak, pondasi yang bertumpu ke dalam tanah hingga kedalaman ber meter2 memiliki ketahanan yang lebih tinggi dan kuat dibandingkan pondasi lainnya. Bahkan, dari segi pembangunannya pun terbilang praktis dan efisien. Selain itu pula untuk satu set peralatan pondasi ini dapat memenuhi 4 sampai dengan 5 titik pondasi jika kedalaman pondasi yang dibuat mencapai 6 meter. Meski demikian, pondasi pile juga memiliki beberapa kekurangan antara lain tanah yang dibor harus lunak agar pengobarannya tidak sulit, ukuran diameter pada pengeboran hanya dapat berkisar dari 20 sampai 30 cm, dan lain-lain.

Pembangunan pondasi yang kualitasnya bagus tentu saja mempengaruhi anggaran yang harus dipersiapkan. Semakin mahal material dan bagus teknik pendiriannya, maka biayanya pun akan tambah besar. Kendati demikian hal ini harus disesuaikan dengan bangunan yang ingin didirikan atau siap dibeli. Dengan memilih pondasi yang pas, bangunan yang dibuat bisa memenuhi harapan dan dengan mengetahui pondasi yang digunakan sebelum membeli dapat meminimalisir kekecewaan. Hanya saja, bila membangun dari awal usahakan menggunakan jasa tenaga kerja yang profesional dan berpengalaman untuk mendapat hasil bangunan yang berkualitas.

Bangun Rumah 1 Lantai atau Rumah Bertingkat?

Bangun Rumah bertingkatBangun rumah sendiri memang lebih ribet dibanding beli rumah jadi atau rumah indent. Kalau tidak menggunakan jasa arsitek & kontraktor, mulai dari pengurusan izin bangunan sampai dengan pemantauan pekerja semuanya dilakukan sendiri. Kendatipun demikian, ada kenikmatan tersendiri jika membangun rumah sendiri. Pertama, ukuran bangunan sampai dengan tata letak ruang disesuaikan dengan kebutuhan & keinginan. Kedua, bisa menghemat biaya. Ketiga, memastikan material bangunan yang digunakan berkualitas sehingga membuat usia bangunan lebih lama. Akan bangun rumah? By the way, bangun rumah 1 lantai atau rumah bertingkat? Untuk menentukannya, silakan simak beberapa pertanyaan di bawah ini.

Seberapa luas lahan yang bakal Anda bangun? Luas lahan menjadi penentu, apakah akan dibangun rumah 1 lantai atau rumah bertingkat. Jika lahan yang akan dibangun terbilang luas, disarankan untuk membangun rumah 1 lantai. Selain mencegah anak terjatuh dari tangga, rumah 1 lantai tidak membuat Anda kerepotan untuk mengisi ruang dengan perabotan utamanya yang berukuran besar seperti lemari, kursi, ranjang, dsb. Sebaliknya, apabila lahan yang akan dibangun rumah tidak cukup luas karena harga belinya murah, bangun rumah bertingkat jadi salah satu solusi terbaik untuk menambah ruang rumah karena adanya pertambahan anggota keluarga atau banyaknya perabotan rumah tangga.

Berapa jumlah anggota keluarga Anda? Berapa jumlah anggota keluarga Anda? Atau berapa jumlah anggota keluarga yang Anda rencanakan? Masih mungkin bertambah? Kalau hanya memiliki 2 anak, bangun rumah 1 lantai tidak masalah. Jika banyak, keputusan yang tepat jika membuat rumah tingkat. Ketika mereka dewasa, mereka bisa memiliki kamar sendiri sehingga privasi masing-masing tidak terganggu. Disarankan untuk memilih tangga kayu agar tidak licin, sertakan pegangan untuk meminimalisir anak terjatuh, dan tentunya tidak membuat tangga yang menukik dengan alas yang kecil.

Apakah lahan yang bakal dibangun berada di pinggir jalan? Ketika lahan yang Anda beli untuk bangun rumah berada di pinggir jalan, disarankan untuk membangun rumah bertingkat. Mengapa? Lahan di pinggir jalan sangat strategis untuk dijadikan lokasi berbisnis. Di kemudian hari, jika Anda telah memiliki modal, niat yang kuat, dan punya ide bisnis yang tepat, Anda bisa memanfaatkan lantai dasar sebagai tempat berbisnis. Akan tetapi, jika lahan yang dibeli bukan di pinggir jalan, bangun rumah 1 lantai atau bertingkat tidak jadi masalah. Anda bisa sesuaikan lagi dengan 2 pertanyaan di atas.

Berapa budget yang Anda miliki? Budget yang harus dikeluarkan untuk membangun rumah bertingkat bisa dibilang jauh lebih besar ketimbang bangun rumah 1 lantai. Hal ini lantaran dalam pembangunan rumah bertingkat memerlukan wiremesh untuk memperkuat lantai 2, 3, dst selain meminimalisir retak. Besi ulir atau polos, pasir, semen, & material lainnya yang digunakan pun akan lebih banyak. Jika budget yang dimiliki standar, sebaiknya bangun rumah 1 lantai. Namun, kalau punya budget yang lumayan, tidak salah jika membangun rumah bertingkat.

Sebagai tambahan, kalau ingin membangun rumah bertingkat, pastikan lahan yang dipilih punya kekuatan menahan beban yang besar. Jika tidak, rumah bakal ambruk dalam waktu dekat. Lantas, bagaimana jika ingin bangun rumah bertingkat di lahan bekas rawa? Solusinya adalah mengeruk lahan yang lembek kemudian ditimbun dengan lahan yang keras. Tunggu selama lebih kurang 3 bulan agar lahan benar-benar siap untuk dibangun rumah bertingkat. Di samping itu, Anda juga bisa menggunakan pondasi tiang pancang.