Bangun Rumah bertingkatBangun rumah sendiri memang lebih ribet dibanding beli rumah jadi atau rumah indent. Kalau tidak menggunakan jasa arsitek & kontraktor, mulai dari pengurusan izin bangunan sampai dengan pemantauan pekerja semuanya dilakukan sendiri. Kendatipun demikian, ada kenikmatan tersendiri jika membangun rumah sendiri. Pertama, ukuran bangunan sampai dengan tata letak ruang disesuaikan dengan kebutuhan & keinginan. Kedua, bisa menghemat biaya. Ketiga, memastikan material bangunan yang digunakan berkualitas sehingga membuat usia bangunan lebih lama. Akan bangun rumah? By the way, bangun rumah 1 lantai atau rumah bertingkat? Untuk menentukannya, silakan simak beberapa pertanyaan di bawah ini.

Seberapa luas lahan yang bakal Anda bangun? Luas lahan menjadi penentu, apakah akan dibangun rumah 1 lantai atau rumah bertingkat. Jika lahan yang akan dibangun terbilang luas, disarankan untuk membangun rumah 1 lantai. Selain mencegah anak terjatuh dari tangga, rumah 1 lantai tidak membuat Anda kerepotan untuk mengisi ruang dengan perabotan utamanya yang berukuran besar seperti lemari, kursi, ranjang, dsb. Sebaliknya, apabila lahan yang akan dibangun rumah tidak cukup luas karena harga belinya murah, bangun rumah bertingkat jadi salah satu solusi terbaik untuk menambah ruang rumah karena adanya pertambahan anggota keluarga atau banyaknya perabotan rumah tangga.

Berapa jumlah anggota keluarga Anda? Berapa jumlah anggota keluarga Anda? Atau berapa jumlah anggota keluarga yang Anda rencanakan? Masih mungkin bertambah? Kalau hanya memiliki 2 anak, bangun rumah 1 lantai tidak masalah. Jika banyak, keputusan yang tepat jika membuat rumah tingkat. Ketika mereka dewasa, mereka bisa memiliki kamar sendiri sehingga privasi masing-masing tidak terganggu. Disarankan untuk memilih tangga kayu agar tidak licin, sertakan pegangan untuk meminimalisir anak terjatuh, dan tentunya tidak membuat tangga yang menukik dengan alas yang kecil.

Apakah lahan yang bakal dibangun berada di pinggir jalan? Ketika lahan yang Anda beli untuk bangun rumah berada di pinggir jalan, disarankan untuk membangun rumah bertingkat. Mengapa? Lahan di pinggir jalan sangat strategis untuk dijadikan lokasi berbisnis. Di kemudian hari, jika Anda telah memiliki modal, niat yang kuat, dan punya ide bisnis yang tepat, Anda bisa memanfaatkan lantai dasar sebagai tempat berbisnis. Akan tetapi, jika lahan yang dibeli bukan di pinggir jalan, bangun rumah 1 lantai atau bertingkat tidak jadi masalah. Anda bisa sesuaikan lagi dengan 2 pertanyaan di atas.

Berapa budget yang Anda miliki? Budget yang harus dikeluarkan untuk membangun rumah bertingkat bisa dibilang jauh lebih besar ketimbang bangun rumah 1 lantai. Hal ini lantaran dalam pembangunan rumah bertingkat memerlukan wiremesh untuk memperkuat lantai 2, 3, dst selain meminimalisir retak. Besi ulir atau polos, pasir, semen, & material lainnya yang digunakan pun akan lebih banyak. Jika budget yang dimiliki standar, sebaiknya bangun rumah 1 lantai. Namun, kalau punya budget yang lumayan, tidak salah jika membangun rumah bertingkat.

Sebagai tambahan, kalau ingin membangun rumah bertingkat, pastikan lahan yang dipilih punya kekuatan menahan beban yang besar. Jika tidak, rumah bakal ambruk dalam waktu dekat. Lantas, bagaimana jika ingin bangun rumah bertingkat di lahan bekas rawa? Solusinya adalah mengeruk lahan yang lembek kemudian ditimbun dengan lahan yang keras. Tunggu selama lebih kurang 3 bulan agar lahan benar-benar siap untuk dibangun rumah bertingkat. Di samping itu, Anda juga bisa menggunakan pondasi tiang pancang.